Kamis, 27 Oktober 2011

BERI WAKTU LAGI

Beri Waktu Lagi !
Pernahkah anda tergoda untuk berhenti dan menyerah? Pernahkah anda menjadi putus asa karena adanya tekanan, terlalu banyak tanggung jawab, atau tidak adanya kemajuan berkaitan dengan proyek tertentu atau dengan sebuah peran? Sikap berserah dan sikap menyerah adalah dua hal yang berbeda. Kadang, saat anda sedang berpikir untuk berhenti, sudut pandang yang baru dapat membantu anda untuk juga memperbaharui semangat dan kekuatan anda untuk waktu yang lama.

Berikut ini 4 pemikiran yang dapat memotivasi anda setiap kali anda menemukan diri anda berhenti di satu titik dalam peran anda sebagai seorang pemimpin:

1. Persepsi yang salah menyebabkan banyak orang berhenti
Pada waktu yang bersamaan satu orang berkata, "saya menyerah...", seorang yang lain melihat situasi yang sama dan berkata, "Ini kesempatan yang besar untuk saya", seorang yang lain berteriak dan lari, dan yang lain lagi berkata, "Ini kesempatan sekali seumur hidup." Apa perbedaan di antara mereka? Semua itu hanya masalah persepsi atau sudut pandang.


2. Jika anda memulai dengan alasan yang salah, anda akan berhenti untuk alasan yang salah
Ketika orang memberitahu saya bahwa mereka ingin berhenti melakukan sesuatu, saya selalu ingin tahu mengapa dulu mereka memulainya. Daripada mendengarkan daftar alasan mengapa mereka harus berhenti dari profesi mereka, sebagai contohnya, saya malah membawa mereka kembali pada awalnya. Mengapa mereka terjun dalam profesi mereka sebelumnya? Apakah karena mereka memang menyukainya atau karena tuntutan untuk memenuhi harapan orang tua mereka? Jika anda mempunyai alasan yang tepat saat memulai sesuatu, anda cenderung akan berpikir dua kali untuk berhenti.

3. Ketekunan dan kesabaran adalah hasil dari melihat gambaran besarnya
Ijinkan saya menjelaskan seperti ini. Seorang pemotong batu, dengan palu dan alat pahat di tangannya, mengerjakan sebongkah besar batu granit. Untuk waktu yang lama, tidak ada perubahan yang berarti pada batu itu, namun dia tetap terus mengetuknya. Akhirnya, pada ketukan yang ke 101, sebuah retakan tampak di batu itu. Apakah hanya ketukan ke 101 yang berhasil membuat batu itu retak? Tentu saja tidak. Ketukan palu yang terus-menerus itulah yang menyebabkan batu itu pecah. Pemotong batu itu tahu apa yang akan terjadi jika dia tetap terus mengetuk batu. Dia tekun karena dia bisa melihat gambaran besarnya.

Dalam pekerjaan dan dalam kehidupan, banyak orang menyerah saat mereka tidak melihat hasil dalam waktu singkat. Mereka mengetuk batu hanya 3 kali, dan kemudian mereka berhenti karena mereka mengira tidak ada sesuatupun yang terjadi, namun mereka salah. Ketika anda mengerjakan satu hal yang benar setiap hari, sesuatu sedang terjadi bahkan saat anda tidak bisa melihatnya. Jangan kehilangan pandangan dari gambaran besarnya.

4. Beberapa hal hanya akan berhasil jika diberikan waktu yang cukup
Saya pernah membaca sebuah artikel dalam majalah golf tentang Sam Snead yang terkenal. Seseorang yang pernah bermain bersama dengan Snead mengingat, bahwa ketika seorang pemain golf legendaris membuat pukulan triple bogey pada lubang pertama, Snead tampak tidak terganggu atau terpengaruh sama sekali. Sambil berjalan di atas rumput hijau, Snead menatap rekannya dan berkata, "Itulah mengapa mereka mempunyai 18 lubang dalam permainan golf." Dengan kata lain, hasil akhirnya akan terlihat setelah melalui proses atau tahapan-tahapan. Beberapa hal memang membutuhkan waktu lebih lama.

Memang lebih mudah menumpuk terlalu banyak hal dalam satu waktu. Namun bukan satu pertemuan, satu kali sesi kuliah, atau satu kali presentasi yang menjadikan kita seorang pemimpin yang baik, tapi proses. Sudah waktunya kita berlatih hari demi hari, bekerja dengan tekun bahkan saat kita masih belum bisa melihat hasilnya, karena proses-lah yang membuat perbedaan.

Lain kali jika anda tergoda untuk menyerah, ingatlah hal ini:
seorang pemimpin bertumbuh setiap hari, bukan dalam satu hari. Beri waktu lagi.
Sumber : joycemeyer - Vincent M. Newfield

Selengkapnya...

Kamis, 20 Oktober 2011

SOAL - SOAL

Untuk pemahaman tentang ekonomi lebih baik, maka disediakan beberapa latihan soal bagi siswa yang ingin melatih kemampuannya :
SOAL ekonomi A
SOAL ekonomi B
SOAL ekonomi C
SOAL ekonomi D
SOAL ekonomi E

Selengkapnya...

Minggu, 18 September 2011

BSE X


Banyak materi ekonomi disajikan dalam bentuk paket, disini disediakan buku sekolah elektronik (BSE) kelas X bidang studi ekonomi

Selengkapnya...

Gelas Anti Pecah



GELAS ANTI PECAH

Saat merenungkan kisah hidup Ayub, Tuhan mengajak saya berdiskusi

T : menurut kamu, apakah yg Aku buat dalam hidup Ayub itu adil?

Sy : boleh jujur ya Tuhan … Ngak adil .. Ayub kan ngak salah apa-apa, knapa mesti ngalami hal yg demikian tragis ..

T : masa Aku ngak adil? Aku kan Tuhan Yang Adil.. Apa yg Aku buat pd Ayub itu sebuah keadilan walaupun dia sendiri tdk punya kesalahan. Ayub memang hidup kudus dan berkenan, dia tdk buat salah apapun, tapi ….

Sy : lha, apa ada dosa Ayub yg tdk disebut? Dosa apa Tuhan?

T : bukan dosa, tapi Ayub belum DIUJI

Sy : blm diuji? Ujian apa?

T : nah, seandainya Aku ini seorang penjual gelas yg khusus, gelas anti pecah … Lalu ada pembeli datang .. Melihat gelas ini dan bertanya apa benar gelas ini anti pecah .. Menurutmu, apa yg mestinya Aku lakukan untuk membuktikannya?

Sy : hmm…. banting gelasnya!

T : itu yg Aku buat pd Ayub, Aku ‘banting’ Ayub karena iblis ingin membuktikan apa yg Aku katakan tentang Ayub. Bukankah Aku tidak pernah berdusta, tiada cara lain, kecuali memasukkan Ayub dalam ujian iman seperti yg kamu baca di Alkitab.. Aku bertindak adil kan, meskipun bagi manusia itu tidak adil.

Sy : oh .. Pantes aku juga sering Kau ‘banting’ ya Tuhan, tapi itu membuatku tahan uji dan berkualitas.
Terima kasih Tuhan!

Orang istimewa prosesnya juga istimewa.

Jadilah pribadi yg ‘tahan banting’.. ;)

Selengkapnya...

blogger templates | Make Money Online