1. Jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat baik yang telah ditempati (employment) maupun jumlah lapangan kerja yang masih kosong (vacancy) dinamakan ……………..
a. tenaga kerja
b. kesempatan kerja
c. angkatan kerja
d. pengangguran
e. ketenagakerjaan
2. Pembangunan suatu Negara dapat dilihat dari :
a. jumlah produksi Negara
b. penambahan sarana produksi
c. perubahan tingkat social masyarakatnya
d. peningkatan jumlah industri dari tahun ke tahun
e. penekanan angka populasi
3. Dampak positif pembangunan ekonomi kecuali ……….
a. tersedianya fasilitas umum
b. peningkatan jumlah lapangan kerja
c. meningkatnya arus urbanisasi
d. perubahan struktur ekonomi dari agraris ke bidang industri
e. peningkatan pendapatan masyarakat
4. Jika Anton tidak bekerja dikarenakan ketidak mampuannya dalam mengikuti persaingan di dunia kerja sehingga menganggur maka Amir merupakan pengangguran……….
a. friksional
b. musiman
c. terbuka
d. siklus
e. teknologi
5. Berikut ini komponen pertumbuhan dan pembangunan ekonomi:
1. Meningkatnya GNP
2. Perubahan struktur ekonomi masyarakat
3. Proses jangka pendek
4. Kwatitas penduduk
5. Proses jangka panjang
Yang merupakan komponen pertumbuhan ekonomi adalah no…..
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 3 dan 5
c. 1, 3 dan 4
d. 2, 3 dan 4
e. 2, 4 dan 5
6. Sistem pengupahan yang diberikan kepada tenaga kerja dengan mempertimbangan pendidikan,skill dan pengalaman merupakan system….
a. upah minimum
b. upah satuan
c. upah borongan
d. upanh menurut waktu
e. upah system komisi
7. Dalam suatu Negara terdapat jumlah penduduk yang produktif 75 juta jiwa, jika dalam icard tersebut terdapat perbandingan antara penduduk produktif dan nonproduktif adalah 5 : 3 dengan tingkat pengangguran 40% dari populasi, maka jumlah pengangguran yang terdapat pada Negara tersebut adalah…….
a. 40 juta jiwa
b. 48 juta jiwa
c. 50 juta jiwa
d. 52 juta jiwa
e. 58 juta jiwa
8. Seseorang yang bekerja dengan tingkat produktivitas yang tidak optimal dikategorikan sebagai……..
a. pengangguran structural
b. pengangguran musiman
c. pengangguran terbuka
d. pengangguran terselubung
e. pengangguran konjungtur
9. Dampak dari adanya pengangguran adalah sebagai berikut, kecuali…….
a. Meningkatnya kriminalitas
b. Menurunnya daya beli masyarakat
c. Lambatnya laju pertumbuhan ekonomi
d. Manghambat laju pertumbuhan ekonomi
e. Seseorang menjadi tidak bekerja
10. Tokoh yang mengatakan dalam perkembangan ekonomi suatu negara dimana pertumbuhan ekonominya didasarkan pada alat tukar dalam suatu transaksi adalah...
a. Frederick List
b. Karl Bucher
c. David Ricardo
d. Bruno Hidelbrand
e. W.W Rostow
11. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat dilihat dari seberapa jauh meningkatnya Pendapatan nasional, Pendapatan Nasional dapat dihitung dari pendekatan penerimaan melalui: ……..
a. keseluruhan sector produksi
b. G + I + C + ( X – M )
c. r + I + w + p
d. p x q
e. C + S
12. Diantara pernyataan berikut ini, yang merupakan fungsi APBN adalah……
a. memastikan sumbangan tiap propinsi dalam pembiayaan pemerintah pusat
b. mengalokasikan dana yang dimiliki pemerintah untuk belanja setiap departemen
c. sebagai dasar untuk mengatur perekonomian dan pembangunan setiap tahun anggaran
d. sebagai dasar untuk menetapkan proyek pemerintah yang harus dibiayai untuk tahun anggaran berikutnya
e. memberi batasan bagi setiap departemen jumlah yang dapat dikeluarkan untuk satu tahun anggaran
13. Sumber pendapatan rutin adalah........
a. penerimaan pajak
b. penerimaan sumbangan dari badan sosial internasional
c. bantuan program
d. bantuan proyek
e. sisa anggaran rutin
14. APBN berfungsi untuk menimbulkan adanya pemerataan kesejahteraan masyarakat. Fungsi ini merupakan fungsi…….
a. stabilisasi
b. alokasi
c. perencanaan
d. pengawasan
e. distribusi
15. Agar RAPBN dapat secara resmi menjadi APBN maka perlu disahkan/disetujui oleh……….
a. BPK
b. MPR
c. Pemerintah
d. DPR
e. BPKP
16. Dalam APBN, penerimaan dalam negeri secara garis besar dibedakan menjadi…..
a. penerimaan pajak dan nonpajak
b. penerimaan pajak dan hibah
c. penerimaan nonpajak dan hibah
d. penerimaan hibah dan nonhibah
e. penerimaan nonpajak dan nonhibah
17. Yang bukan merupakan pos pengeluaran rutin adalah……….
a. belanja pegawai dan ABRI
b. bantuan bencana alam
c. subsidi daerah otonom
d. bungan dan cicilan hutang
e. subsidi lain seperti subsidi BBM
18. Tabungan pemerintah pada hakikatnya adalah selisih antara pos…
a. penerimaan dan pengeluaran
b. penerimaan pembangunan dan pengeluaran rutin
c. penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin
d. penerimaan luar negeri dan penegluaran pembangunan
e. penerimaan dan pengeluaran pembangunan
19. Asas berimbang di dalam penyusunan APBN berarti ……..
a. deficit dalam anggaran pengeluaran ditutup dengan pinjaman
b. anggran pembiayaan disesuaikan dengan anggaran penerimaan
c. anggaran penerimaan disesuaikan dengan anggaran pembiayaan
d. anggaran penerimaan lebih besar dari anggaran pembiayaan
e. anggaran penerimaan sama dengan anggaran pengeluaran
20. Yang bukan merupakan unsur perpajakan adalah...........
a. iuran wajib
b. disertai balas jasa langsung
c. terdapat sanksi
d. berdasarkan UU
e. tidak disertai balas jasa
21. Sumber pendapatan pemerintah pusat yang di pungut oleh daerah adalah.....
a. PPh
b. PBB
c. PPN
d. Iuran
e. Retribusi
22. Untuk mencegah orang-orang supaya tidak merokok atau minum-minuman keras, pajak dapat difungsikan. Fungsi pajak untuk hal seperti itu adalah....
a. budgeter
b. reguler
c. redistribusi
d. demokrasi
e. struktur
23. Dibawah ini merupakan jenis-jenis pajak:
1. PPN,PBB
2. PBB, PPh
3. PPh, PPnBm
4. PPnBM, Bea dan Cukai
5. Cukai,PPN, PPh
Yang merupakan jenis pajak lansung terdapat pada......
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
24. Jenis pajak dimana pengenaannya berdasarkan tarif pajak proghresif adalah...........
a. PPh
b. PPN
c. PPnBM
d. Bea Materai
e. Retribusi
25. Fadli seorang yang sudah menikah tetapi belum memiliki anak, Ia sebagai pegawai tetap berpengahasilan Rp 1.500.000,00 per bulan dengan membayar iuran pensiun sebesar Rp 75.000,00 Berapa Pendapatan Kena Pajak (PKP)
a. Rp 1.600.000,00
b. Rp 2.800.000,00
c. Rp 1.800.000,00
d. Rp 3.000.000,00
e. Rp 3.600.000,00
26. Sistem pemungutan pajak yang perhitungannya memakai cara “withholding system” adalah…..
a. PBB dan PPN
b. PPN dan PPnBM
c. PPnBM dan PPh
d. PBB dan PPh
e. Bea Cukai dan PBB
27. Jika terdapat individu yang memilki PKP sebesar Rp 62.000.000,00, maka PPh terutangnya sebesar…
a. Rp 4.950.000,00
b. Rp 5.550.000,00
c. Rp 3.700.000,00
d. Rp 5.450.000,00
e. Rp 4.550.000,00
28. Darmanto memiliki penghasilan netto Rp 18.200.000,00 setahun, berapa PPh terutang .........
a. Rp 252.000,00
b. Rp 192.000,00
c. Rp 229.000,00
d. Rp 132.000,00
e. Rp 152.000,00
29. Jika terdapat obyek pajak berupa tanah dan bangunan yang memiliki NJOP sebesar Rp 1.150.000.000,00, maka PBB terutangnya sebesar..........
a. Rp 2.300.000,00
b. Rp 3.200.000,00
c. Rp 2.320.000,00
d. Rp 1.150.000,00
e. Rp 2.150.000,00
30. Rudi mempunyai tanah dengan luas 90 M² dengan perkiraan nilai jual obyek pajak sebesar Rp 300.000,00/M² dan diatasnya didirikan bangunan seluas 72 M² dengan nilai jual obyek pajak Rp 500.000,00/M², maka PBB terutangnya........
a. Rp 129.000,00
b. Rp 64.500,00
c. Rp 37.500,00
d. Rp 92.000,00
e. Rp 102.000,00
JAWABLAH DENGAN BENAR!
1. Apa yang membedakan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara,jelaskan!
2. Terdapat kegiatan dalam suatu negara seperti dibawah ini,
- Investasi dari RT produsen Rp 200.000,00
- Konsumsi RT Konsumen Rp 850.000,00
- Laba usaha Rp 75.000,00
- Pemberian gaji pegawai & Pem
bangunan Rp 425.000,00
- Bunga atas modal Rp 200.000,00
- Export Rp 375.000,00
- Import Rp 225.000,00
- Hasil produksi sektor pertanian Rp 125.000,00
Jika dalam kegiatan yang ada terdapat pajak langsung sebesar Rp 65.000,00 dan pajak tidak langsung 10 % dengan penyusutan 5% dari pendapatan nasional, maka berapa, a. Pendapatan Nasinal (GNP)
b. Pendapatan Bersih Nasional (NNI)
3. Aming sebagai pegawai tetap dengan jabatan Superviso dalam perusahaan memiliki pendapatan Rp 4.500.000,00/ bulan dan harus membayar iuran pensiun sebesar Rp 100.000,00/ bulan, dengan status menikah dan mempunyai 2 anak.
Hitung berapa, a. Pendapatan Kena Pajak
b. PPh terutang
GOOD LUCK
dk
Rabu, 25 November 2009
SOAL KLS XI
Diposting oleh dynkus di 18.41 0 komentar
Label: Kump Latihan
Senin, 23 November 2009
Lembah Permen Lolipop
Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.
Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.
Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"
Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.
Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Bahkan ia pun sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.
Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.
Teman's, dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.
Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat saya sudah gajian atau saat penghasilan sudah sangat besar... "
Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.
Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.
Teman's, Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop…
“Hidup akan bermakna jika dinikmati,tetapi menikmati hidup tanpa makna adalah SIA-SIA” GBU!
Diposting oleh dynkus di 16.30 0 komentar
Label: Renungan
Rabu, 18 November 2009
A LETTER FROM GOD
Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun
hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur
kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam
hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu
sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.
Aku kembali menanti.
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit
waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi
engkau terlalu sibuk.
Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi
engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman
untuk mendengarkan gosip terbaru.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu
sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.
Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang
kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara kepadaku dengan
lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak
melakukannya.
Tidak apa-apa.
Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau
akan berbicara kepadaKu, meskipun saaat engkau pulang
ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang
harus kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan,
engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau
suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau
selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap
hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya
menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton
TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak
berbicara kepadaKu.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau
melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama
kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari
bahwa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar
terhadap orang lain.
Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan
sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari
hatimu.
Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali.
Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau
akan memberiKu sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.
Bapamu,
ALLAH
PS : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan
surat ini kepada orang lain?
Diposting oleh dynkus di 18.14 0 komentar
Label: Artikel
BEDA BANK KOVENSIONAL & BANK SYARIAH
Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah
Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan.
Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :
1. Perbedaan Falsafah
Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Dengan demikian sebenarnya semua jenis transaksi perniagaan melalu bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga (riba). Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga atau compound interest dalam semua prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita di awal artikel ini. Sangat menguntungkan saya tapi berakibat fatal untuk banknya. Riba, sangat berpotensi untuk mengakibatkan keuntungan besar disuatu pihak namun kerugian besar dipihak lain, atau malah ke dua-duanya.
2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.
Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian, dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Hasil usaha semakin tingi maka semakin besar pula keuntungan yang dibagikan bank kepada dan nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecil otomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Jadi konsep bagi hasil hanya bisa berjalan jika dana nasabah di bank di investasikan terlebih dahulu kedalam usaha, barulah keuntungan usahanya dibagikan. Berbeda dengan simpanan nasabah di bank konvensional, tidak peduli apakah simpanan tersebut di salurkan ke dalam usaha atau tidak, bank tetap wajib membayar bunganya.
Dengan demikian sistem bagi hasil membuat besar kecilnya keuntungan yang diterima nasabah mengikuti besar kecilnya keuntungan bank syariah. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan banknya tidak dibagikan kepada nasabahnya. Tidak peduli berapapun jumlah keuntungan bank konvesional, nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja.
3. Kewajiban Mengelola Zakat
Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial (zakat. Infak, sedekah)
4. Struktur Organisasi
Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sangsi.
Bagaimana Nasabah Mendapat Keuntungan
Jika bank konvensional membayar bunga kepada nasabahnya, maka bank syariah membayar bagi hasil keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal, misalnya ditentukan porsi masing-masing pihak 60:40, yang berarti atas hasil usaha yang diperolah akan didisitribusikan sebesar 60% bagi nasabah dan 40% bagi bank. Angka nisbah ini dengan mudah Anda dapatkan informasinya dengan bertanya ke customer service atau datang langsung dan melihat papan display “ Perhitugan dan Distribusi Bagi Hasil” yang ada di cabang bank syariah. (Kusuma Asda Sandra)
Diposting oleh dynkus di 17.54 0 komentar
Label: Materi ekop Kls XI