Rabu, 28 Desember 2011

Kehadiranmu....Bintang Kecil


Sosok anak adalah sosok yg menyejukkan, memberi damai dan sukacita.
Hadirnya si kecil dalam rumahku adalah semangat bagi seluruh penghuninya, putri pertama dari adikku yang lahir 16 Desember 2011 adalah anugerah terbesar dari yang Maha Kuasa...AMIIIN
" Janetta Syalom Melody " nama bintang kecilku...yang diambil dari,
Janetta : Kemuliaan Tuhan
Syalom : Salam Damai /Kedamaian
Melody : Nada
Doa kami buat si kecil hendaknya menjadi anak yang bisa medatangkan nada/ alunan Kedamaian bagi sekalilingnya untuk Kemuliaan Tuhan...JBU!
Dan si kecil bisa menjadi alat bagi Kemuliaan ALLAH...AMIIIN

Selengkapnya...

Jumat, 02 Desember 2011

MENGGALI KREATIFITAS DENGAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS



Contoh : menggali potensi melalui pemanfaatan barang bekas!
1. Kita amati lingkungan upayakan kita cinta akan kebersihan dan lingkungan, sehingga tanggap akan adanya polusi-polusi yang ada.
2. Berusaha untuk selalu menghargai apapun yang ada di sekitar kita, sehingga barang bekaspun bisa bernilai di tangan anda
3. Tunjukan potensi anda maka KEBERHASILAN dan KESUKSESAN menjadi milik anda
4. Lingkungan dan alam akan besahabat karena kita akan terhindar dari bencana alam, sakit penyakit dan kemiskinan!

Bagaimana Cara Menggali Potensi...?

Apakah anda termasuk orang yang mengetahui potensi dan bakat anda?... jika belum jangan berkecil hati sebab dalam diri kita sebenarnya terdapat potensi yang harus digali. Untuk itu terdapat 4 pendekatan yang mungkin bisa menjadikan anda mengetahui potensi diri antara lain:
1. SKILL (keahlian)
Keahlian adalah segala sesuatu dimana Anda dapat mempelajari dan mengerjakannya dengan mudah.
Lalu, apakah Anda merasakan bahwa Anda mengalami kemudahan dalam mempelajari dan mengerjakan suatu hal? Atau Anda mampu mengerjakan sesuatu di atas rata-rata orang lain, cari mungkin itu keahlian anda!


2. INTEREST (ketertarikan)
Ketertarikan adalah keinginan hati untuk lebih dapat mengetahui dan mempelajari akan sesuatu hal. Jika Anda memiliki keinginan yang kuat terhadap sesuatu hal, maka perhatikanlah bahwa itu bisa menandakan bahwa potensi dan bakat Anda mengarah kesana.
3. SATISFACTION (kepuasan)
Kepuasan adalah perasaan jiwa dimana kita merasakan adanya kegembiraan, kesenangan, ketenangan dan kenyamanan pada saat melakukan suatu hal. Perhatikan dengan baik, kegiatan apakah yang membuat Anda merasa betah berlama-lama atau merasa tidak ingin melepaskan kegiatan itu?
4. HABIT (kebiasaan)
Kebiasaan adalah segala sesuatu yang biasa kita lakukan dan menjadi rutinitas dalam kegiatan, tingkah laku, perbuatan dan sikap kita sehari-hari. Apakah orang-orang di sekitar Anda merasa tertarik dengan Anda? Atau apa yang membuat mereka ingin selalu dekat dengan Anda? Bila ada sesuatu hal yang membuat mereka ingin selalu dekat dengan Anda atau mereka merasa tertarik dengan sikap Anda atau bahkan mereka merasa nyaman dengan perilaku Anda, maka perhatikan apa yang telah Anda lakukan!
Empat pedekatan diatas merupakan cara bagaimana anda dapat mengetahui bakat atau potensi yang terpendam dalam diri anda, tentunya dibarengi denga kerja keras untuk menggali,mengasah dan membuktikan sehingga keberhasilan adalah milik anda!
Semoga paparan diatas mampu menjadikan perantara untuk mengantar anda sebagai orang yang BERHASIL dan SUKSES! GBU….…֟

Selengkapnya...

Senin, 21 November 2011

PRIORITAS

Kejadian 26:25
Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Ishak merupakan salah satu contoh pengusaha yang sukses dan diberkati oleh Tuhan. Kehidupannya yang berhasil telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Apakah yang menjadi kunci keberhasilannya? Ia tahu bagaimana menetapkan prioritas yang tepat.

Alkitab memberikan sebuah pola dari kehidupan Ishak yang berhasil. Berikut ini adalah prioritas yang dilakukan oleh Ishak:

1. Hubungan pribadi dengan TUHAN.

Ia mendirikan mezbah dan memanggil nama TUHAN. Hal pertama yang menjadi prioritas Ishak adalah hubungan pribadi dengan TUHAN. Inilah kunci utama keberhasilan Ishak.

2. Membangun rumah tangga dan keluarga.

Prioritas Ishak yang kedua adalah memasang kemah. Hal ini berbicara mengenai membangun rumah tangga dan memprioritaskan keluarga. Hubungan yang harmonis dengan orang tua, suami, istri maupun anak-anak menjadi hal yang didahulukan di atas karir.

3. Pekerjaan atau pelayanan.

Hal terakhir yang menjadi prioritas Ishak barulah menggali sumur. Pekerjaan atau pelayanan menjadi prioritas terkhir yang dilakukan Ishak.

Ishak membangun kehidupannya di atas dasar janji kebenaran firman Tuhan. Ishak sudah memberikan contoh sebuah pola kehidupan yang berhasil karena tahu menempatkan prioritas yang tepat. Apa prioritas Anda hari ini?

Menentukan prioritas hidup yang tepat akan membawa Anda kepada keberhasilan yang sesungguhnya.

Selengkapnya...

Kamis, 27 Oktober 2011

BERI WAKTU LAGI

Beri Waktu Lagi !
Pernahkah anda tergoda untuk berhenti dan menyerah? Pernahkah anda menjadi putus asa karena adanya tekanan, terlalu banyak tanggung jawab, atau tidak adanya kemajuan berkaitan dengan proyek tertentu atau dengan sebuah peran? Sikap berserah dan sikap menyerah adalah dua hal yang berbeda. Kadang, saat anda sedang berpikir untuk berhenti, sudut pandang yang baru dapat membantu anda untuk juga memperbaharui semangat dan kekuatan anda untuk waktu yang lama.

Berikut ini 4 pemikiran yang dapat memotivasi anda setiap kali anda menemukan diri anda berhenti di satu titik dalam peran anda sebagai seorang pemimpin:

1. Persepsi yang salah menyebabkan banyak orang berhenti
Pada waktu yang bersamaan satu orang berkata, "saya menyerah...", seorang yang lain melihat situasi yang sama dan berkata, "Ini kesempatan yang besar untuk saya", seorang yang lain berteriak dan lari, dan yang lain lagi berkata, "Ini kesempatan sekali seumur hidup." Apa perbedaan di antara mereka? Semua itu hanya masalah persepsi atau sudut pandang.


2. Jika anda memulai dengan alasan yang salah, anda akan berhenti untuk alasan yang salah
Ketika orang memberitahu saya bahwa mereka ingin berhenti melakukan sesuatu, saya selalu ingin tahu mengapa dulu mereka memulainya. Daripada mendengarkan daftar alasan mengapa mereka harus berhenti dari profesi mereka, sebagai contohnya, saya malah membawa mereka kembali pada awalnya. Mengapa mereka terjun dalam profesi mereka sebelumnya? Apakah karena mereka memang menyukainya atau karena tuntutan untuk memenuhi harapan orang tua mereka? Jika anda mempunyai alasan yang tepat saat memulai sesuatu, anda cenderung akan berpikir dua kali untuk berhenti.

3. Ketekunan dan kesabaran adalah hasil dari melihat gambaran besarnya
Ijinkan saya menjelaskan seperti ini. Seorang pemotong batu, dengan palu dan alat pahat di tangannya, mengerjakan sebongkah besar batu granit. Untuk waktu yang lama, tidak ada perubahan yang berarti pada batu itu, namun dia tetap terus mengetuknya. Akhirnya, pada ketukan yang ke 101, sebuah retakan tampak di batu itu. Apakah hanya ketukan ke 101 yang berhasil membuat batu itu retak? Tentu saja tidak. Ketukan palu yang terus-menerus itulah yang menyebabkan batu itu pecah. Pemotong batu itu tahu apa yang akan terjadi jika dia tetap terus mengetuk batu. Dia tekun karena dia bisa melihat gambaran besarnya.

Dalam pekerjaan dan dalam kehidupan, banyak orang menyerah saat mereka tidak melihat hasil dalam waktu singkat. Mereka mengetuk batu hanya 3 kali, dan kemudian mereka berhenti karena mereka mengira tidak ada sesuatupun yang terjadi, namun mereka salah. Ketika anda mengerjakan satu hal yang benar setiap hari, sesuatu sedang terjadi bahkan saat anda tidak bisa melihatnya. Jangan kehilangan pandangan dari gambaran besarnya.

4. Beberapa hal hanya akan berhasil jika diberikan waktu yang cukup
Saya pernah membaca sebuah artikel dalam majalah golf tentang Sam Snead yang terkenal. Seseorang yang pernah bermain bersama dengan Snead mengingat, bahwa ketika seorang pemain golf legendaris membuat pukulan triple bogey pada lubang pertama, Snead tampak tidak terganggu atau terpengaruh sama sekali. Sambil berjalan di atas rumput hijau, Snead menatap rekannya dan berkata, "Itulah mengapa mereka mempunyai 18 lubang dalam permainan golf." Dengan kata lain, hasil akhirnya akan terlihat setelah melalui proses atau tahapan-tahapan. Beberapa hal memang membutuhkan waktu lebih lama.

Memang lebih mudah menumpuk terlalu banyak hal dalam satu waktu. Namun bukan satu pertemuan, satu kali sesi kuliah, atau satu kali presentasi yang menjadikan kita seorang pemimpin yang baik, tapi proses. Sudah waktunya kita berlatih hari demi hari, bekerja dengan tekun bahkan saat kita masih belum bisa melihat hasilnya, karena proses-lah yang membuat perbedaan.

Lain kali jika anda tergoda untuk menyerah, ingatlah hal ini:
seorang pemimpin bertumbuh setiap hari, bukan dalam satu hari. Beri waktu lagi.
Sumber : joycemeyer - Vincent M. Newfield

Selengkapnya...

blogger templates | Make Money Online