Untuk pemahaman tentang ekonomi lebih baik, maka disediakan beberapa latihan soal bagi siswa yang ingin melatih kemampuannya :
SOAL ekonomi A
SOAL ekonomi B
SOAL ekonomi C
SOAL ekonomi D
SOAL ekonomi E
Kamis, 20 Oktober 2011
SOAL - SOAL
Diposting oleh dynkus di 17.44 0 komentar
Label: Kump Latihan
Minggu, 18 September 2011
BSE X

Banyak materi ekonomi disajikan dalam bentuk paket, disini disediakan buku sekolah elektronik (BSE) kelas X bidang studi ekonomi
Diposting oleh dynkus di 23.34 0 komentar
Label: BSE
Gelas Anti Pecah

GELAS ANTI PECAH
Saat merenungkan kisah hidup Ayub, Tuhan mengajak saya berdiskusi
T : menurut kamu, apakah yg Aku buat dalam hidup Ayub itu adil?
Sy : boleh jujur ya Tuhan … Ngak adil .. Ayub kan ngak salah apa-apa, knapa mesti ngalami hal yg demikian tragis ..
T : masa Aku ngak adil? Aku kan Tuhan Yang Adil.. Apa yg Aku buat pd Ayub itu sebuah keadilan walaupun dia sendiri tdk punya kesalahan. Ayub memang hidup kudus dan berkenan, dia tdk buat salah apapun, tapi ….
Sy : lha, apa ada dosa Ayub yg tdk disebut? Dosa apa Tuhan?
T : bukan dosa, tapi Ayub belum DIUJI
Sy : blm diuji? Ujian apa?
T : nah, seandainya Aku ini seorang penjual gelas yg khusus, gelas anti pecah … Lalu ada pembeli datang .. Melihat gelas ini dan bertanya apa benar gelas ini anti pecah .. Menurutmu, apa yg mestinya Aku lakukan untuk membuktikannya?
Sy : hmm…. banting gelasnya!
T : itu yg Aku buat pd Ayub, Aku ‘banting’ Ayub karena iblis ingin membuktikan apa yg Aku katakan tentang Ayub. Bukankah Aku tidak pernah berdusta, tiada cara lain, kecuali memasukkan Ayub dalam ujian iman seperti yg kamu baca di Alkitab.. Aku bertindak adil kan, meskipun bagi manusia itu tidak adil.
Sy : oh .. Pantes aku juga sering Kau ‘banting’ ya Tuhan, tapi itu membuatku tahan uji dan berkualitas.
Terima kasih Tuhan!
Orang istimewa prosesnya juga istimewa.
Jadilah pribadi yg ‘tahan banting’.. ;)
Diposting oleh dynkus di 23.09 0 komentar
Label: Renungan
Selasa, 12 Juli 2011
Kerendah Hatian

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tsb.
Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si Buta. Kali ini si Buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang "buta", saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa2, maafkan saya juga atas kata2 kasar saya." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing2.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta tsb. Kali ini, si Buta lebih berhati-2, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Sahabat...,
Hari ini kita belajar tentang KEBIJAKSANAAN, KEPEDULIAN DAN KERENDAHAN HATI...Betapa gelap dan butanya kita tanpa pelita kebijaksanaan...betapa banyak orang salng bertabrakan karena keegoisan, keserakahan tanpa ada kepedulian bagi sesama...Betapa gampangnya kita menghakimi dan menyalahkan "si Penabrak", padahal mungkin saja pelita kita yang padam.. bukankah diperlukan kerendahan hati untuk minta maaf??... Ah.. seandainya di dunia ini banyak orang yang saling mendukung dan saling mengingatkan !!
GBU All
Diposting oleh dynkus di 21.27 0 komentar
Label: Renungan