Rabu, 21 Oktober 2009

Peringatan Bagi Pemilik Kartu Kredit

Temen2, hati2 untuk apply credit card...
Teman saya baru kena tipu lho.

Begini ceritanya :

Ada orang yang nelpon ke handphone untuk menawarkan aplikasi credit card (kebetulan dia mengaku dari tim marketing credit card BNI).
Setelah mendapatkan informasi alamat rumah dll, mereka datang ke rumah dengan alasan untuk mendapatkan tandatangan.
Sewaktu kedatangan, mereka meminta untuk mengisi formulir credit card yang asli.
Disertai fotokopi KTP dan credit card lainnya, mereka pun pulang.

Ternyata beberapa waktu kemudian (sekitar 1mingguan), petugas kredit card Mandiri (kebetulan saya memberikan fotokopi Mandiri dan Citibank) menelpon untuk mengkonfirmasikan aplikasi saya untuk transfer dana untuk kredit tanpa agunan. Mereka membuka rekening di Bank Bumiputra atas nama saya. Untung saja bank mandiri menelpon saya.
Transfer pun dibatalkan.

Saya pikir semua udah aman, tapi ternyata baru saja saya menerima sms dari citibank bahwa proses perubahan nomor hp saya disetujui. Saya pun kaget, padahal saya gak pernah merubah data saya di citibank. Langsung saya telp citibank dan ternyata memang benar mereka telah merubah nomor hp saya.
Ternyata mereka telah belajar dari kesalahan di bank mandiri. Terlebih dahulu mereka merubah nomor hp saya, trus mereka melakukan transaksi lainnya.
Mereka telah melakukan pembelian 2x voucher simpati dan meng-apply kredit tanpa agunan sebesar 30juta rupiah!!! Gak tau apakah dananya sudah ditransfer atau belum, tapi citibank akan melakukan investigasi.

Credit card saya langsung diblokir.
Wah... ini sungguh cara penipuan yang canggih. Temen2 kudu lebih hati2, jangan pernah apply credit card / KTA kepada orang yang gak jelas.



Selengkapnya...

Minggu, 11 Oktober 2009

Acak Kata Ekonomi


Copy disisni


Selengkapnya...

Rabu, 07 Oktober 2009

SOAL Pilihan Ganda

SOAL
1. Dibawah ini merupakan pelaku kegiatan ekonomi
1. Rumah Tangga Konsumsi
2. Rumah Tangga Produksi
3. Rumah Tangga Pemerintah
4. Masyarakat Luar Negeri
Pelaku kegiatan ekonomi dalam perekonomian tertutup ialah.............
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 1, 2 dan 3
e. 2, 3 dan 4

2. Imbalan yang diterima rumah tangga konsumsi bila memberikan faktor produksi tenaga kerja adalah............
a. bunga
b. sewa
c. laba
d. upah
e. jasa

3. Tujuan kegiatan konsumsi adalah ..........
a. pemakaian barang dalam persediaan
b. memuasakan kebutuhan secara langsung
c. mempersiapkan barang untuk produksi berikutnya
d. memasukan faktor produksi dalam kegiatan proses barang
e. mempersiapkan barang agar siap digunakan untuk konsumsi

4. Semua tindakan berikut termasuk dalam kegiatan konsumsi, kecuali...............
a. duduk dikursi
b. menonton TV
c. menonton konser
d. menyewakan rumah
e. mengendarai mobil


5. KFC, jaringan produsen ayam goreng dari Amerika Serikat, mempunyai banyak cabang di Indonesia. Ini merupakan kerjasama ekonomi luar negeri dalam bentuk .......
a. pinjaman
b. bantuan
c. pertukaran tenaga kerja
d. subsidi
e. penanaman modal

6. Tarif pajak yang ditetapkan pemerintah merupakan wujud peranan pemerintah dalam perekonomian negara sebagai..............
a. pengatur
b. konsumen
c. produsen
d. agen
e. pemasok faktor produksi

7. Peranan rumah tangga produsen dalam perekonomian ialah.............
a. menyediakan faktor produksi
b. memberi subsidi
c. membeli tenaga kerja
d. memproduksi barang dan jasa
e. menjual barang hasi produksi

8. Jika Siti membeli bermacam-macam barang hingga semua barang ada pada nilai yang sama, maka tindakan Siti merupakan perwujudan dari teori ..............
a. Gossen I
b. Gossen II
c. David Ricardo
d. T R. Malthus
e. Adam Smith
9. Menurut cara memperolehnya, barang yang tidak termasuk barang ekonomi adalah ..........
a. udara dengan sinar matahari
b. beras dengan jagung
c. gula dan kopi
d. gula dengan jagung
e. jagung dengan kopi
10. Kelangkaan terjadi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan ...........
a. jumlah barang dan jasa terbatas
b. harga barang dan jasa yang mahal
c. barang dan jasa ditempat tertentu
d. barang dan jasa melimpah
e. alat pemuas sulit ditemukan

Selengkapnya...

Selasa, 06 Oktober 2009

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes.

Makanan dan minuman yang dapat memicu diabetes.

Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?1. Teh manisPenjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.2. GorenganKarena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.


3. Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.


4. Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.


5. Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.


6. Sering stres

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.


7. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.


8. Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.


9. Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.


10. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*

Selengkapnya...

blogger templates | Make Money Online